Ciri-Ciri Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak

Ciri-Ciri Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak

Biasanya, alergi susu sapi lebih sering dialami oleh anak yang masih berusia di bawah 1 tahun yang dikarenakan sistem pencernaan yang masih belum kuat seperti milik orang dewasa. Meskipun begitu, anak yang sudah berusia 1 tahun ke atas terutama umur 1 – 3 tahun juga bisa mengalami alergi susu sapi.

Kemungkinan Anak Alergi Susu Sapi

Sesuai dengan hasil survei ternyata terdapat sekitar 10,5% yang mengalami alergi makanan pada anak yang masih berusia kurang dari 3 tahun. Sedangkan terdapat sekitar 30% anak yang telah didiagnosis mengalami alergi makanan dikarenakan makanan tertentu sebagai pemicunya.

Salah satu jenis keluhan atau gejala yang paling sering dilaporkan adalah reaksi kulit yang berupa dermatitis dan salah satu makanan yang menjadi penyebab utama timbulnya alergi adalah susu sapi dan juga turunannya seperti keju, yogurt, dan lainnya.

Ada juga sumber lain yang mengatakan bahwa terdapat 1 dari 10 anak yang mengalami reaksi alergi ketika diberikan susu sapi. Maka dari itu Ibu tentu harus memahami terlebih dahulu bagaimana ciri-ciri anak yang mengalami alergi susu sapi sehingga bisa segera memberikan penanganan yang tepat apabila muncul gejala adanya alergi susu sapi.

Ciri-ciri Alergi Susu Sapi

Ciri-ciri yang muncul pada setiap anak berbeda-beda tergantung dengan kondisi dan sistem imun si kecil. Ada yang menimbulkan reaksi alergi secara langsung namun ada juga yang baru muncul setelah beberapa jam mengonsumsi susu sapi atau produk turunannya.

Meskipun begitu, beberapa gejala umum yang muncul antarai lain mengi (napas bengek), muntah, batuk, pembengkakan (terutama pada lidah, mulut, atau tenggorokan), biduran atau ruam di kulit, gatal dan kemerahan (Dermatitis atau eksem). Gejala ini biasanya akan langsung timbul setelah mengonsumsi susu sapi.

Sedangkan gejala yang bertambah parah yang muncul setelah beberapa saat yaitu eksem yang menjadi semakin parah, mata berair, diare atau feses berair bahkan bisa diikuti dengan darah, meler atau hidung berair, keram atau nyeri perut berkepanjangan.

Tidak sampai di situ saja, alergi yang tidak segera ditangani dapat memperburuk kondisi tubuh anak bahkan berakibat fatal hingga mengancam nyawa anak. Inilah mengapa jika anak masih mengalami gejala ringan, sangat disarankan untuk membawa anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Reaksi alergi parah ini dinamakan anafilaksis yang juga dapat diakibatkan oleh susu sapi. Jika anak sudah mengalami anafilaksis maka tidak boleh dibiarkan begitu saja karena bisa mengancam keselamatan anak.

Gejala anafilaksis yaitu kesulitan bernapas atau mengeluarkan suara saat bernapas, pusing hingga pingsan karena darah kekurangan oksigen, kesulitan berbicara atau suara serak, pucat dan lemas, batuk yang tidak kunjung hilang. Hindarilah susu sapi dan bisa menggantinya dengan susu soya dari SGM yang aman untuk anak yang mengalami alergi susu sapi.